Selain itu, pemerintahan Trump juga terus-terusan memperketat akses chip AI dan teknologi canggih lainnya ke China. Hal ini menjadi pukulan telak bagi raksasa teknologi AS yang bergantung ke pasar dan industri manufaktur China.
Kendati demikian, tak semua raksasa teknologi berdarah-darah karena kebijakan tarif Trump. Terbukti, Microsoft, Alphabet (Google), dan Meta (Facebook, WhatsApp, Instagram) melaporkan kinerja moncer sepanjang kuartal-I 2025.
Pendorongnya adalah teknologi kecerdasan buatan (AI) yang ternyata mulai berbuah profit bagi ketiga raksasa teknologi tersebut, di tengah perang dagang AS-China.
Kendati demikian, secara kontras banyak raksasa teknologi lain yang terguncang. Mayoritas yang bergerak di sektor hardware dan ritel.
Reuters melaporkan, beberapa perusahaan yang tertekan karena perang dagang Trump adalah Qualcomm, Intel, Apple, dan Amazon. Selain raksasa AS, Samsung yang berasal dari Korea Selatan juga memprediksi bisnisnya terdampak karena ketidakpastian perang dagang.
“Tak ada dampak pada bisnis Google dan Microsoft karena mereka tidak menggarap bisnis konsumen. Kalau melihat ke Apple dan Amazon, kasusnya akan berbeda,” kata analis D.A Davidson, Gil Luria, dikutip dari Reuters, Jumat (2/5/2025).
Apple akan terdampak. Sangat sedikit upaya yang mereka bisa lakukan untuk menghindari dampak tarif. Untuk Amazon, disrupsi akan lebih terlihat pada sisi ritel karena kebanyakan penjual mereka berbasis di China,” ia menambahkan.
Pemerintahan Trump sejauh ini mengecualikan barang elektronik dari tarif resiprokal 145% ke China. Namun, Washington memberikan sinyal bahwa pemerintah sedang menggodok aturan tarif khusus yang akan diumumkan dalam beberapa pekan ke depan.
Apple berupaya memitigasi dampak tarif dengan memindahkan produksi iPhone ke India, menurut laporan Reuters. Apple juga agaknya akan meminimalisir kenaikan harga jual agar pangsa pasarnya tak tergerus.
Reuters juga melaporkan beberapa pedagang Amazon yang menjual barang-barang China akan menahan diri untuk menggelar diskon dan fokus melindungi margin.
Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, yang pada gilirannya akan mendorong kemajuan bangsa. Namun, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pengajaran dan kurikulum yang diterapkan semata, tetapi juga oleh sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar mengajar.
BRI mendukung upaya pemerintah dalam mendorong kemajuan bangsa dengan menyediakan pendidikan berkualitas melalui program BRI Peduli Ini Sekolahku. Hingga kini, program ini berjalan di 46 sekolah di Indonesia dengan sasaran penerimaan manfaat lebih dari 18.375 pelajar dan lebih dari 400 unit bangunan telah direnovasi.
Bantuan yang diberikan berupa pembangunan dan renovasi infrastruktur sekolah, beasiswa pendidikan, serta bantuan sarana prasarana penunjang sekolah seperti perpustakaan, toilet, dan lapangan sekolah.
Selain bantuan infrastruktur sekolah, BRI Peduli juga menyalurkan berbagai bantuan lainnya dalam rangka mendukung kegiatan belajar dan pengembangan siswa. Dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei, BRI Peduli mengadakan sejumlah kegiatan di SDN 1 Sagalaherang di Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.
Berbagai kegiatan dilakukan di sekolah tersebut, seperti story telling berupa dongeng bersama tokoh inspiratif yang berbagi pengalaman mereka dengan tema “Meraih Cita-cita”. Tujuan kegiatan ini adalah agar pelajar dapat termotivasi dengan baik dan terhibur.
Selain itu, diadakan pula kegiatan Cerdas Cermat yang bertujuan mengasah kecerdasan siswa dengan tema pendidikan umum serta kegiatan lomba prakarya siswa yang dirancang untuk mengasah kreativitas dan keterampilan sosial. BRI Peduli juga melaksanakan kegiatan penyaluran sembako bagi para guru dan tenaga pendidik.
Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan, bahwa Hardiknas yang selalu diperingati setiap 2 Mei menjadi pengingat bagi masyarakat Indonesia tentang pentingnya pendidikan dalam membangun peradaban, kemajuan bangsa, dan mencerdaskan kehidupan masyarakat. Hardiknas juga menjadi pengingat pentingnya akses pendidikan merata dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa.
Menurut dia, BRI Peduli Ini Sekolahku merupakan upaya BRI mendukung terwujudnya pilar pembangunan dan tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi inisiator penopang, pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan di sekolah serta mampu mendorong pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Sejalan dengan Asta Cita pemerintah, program BRI Peduli Ini Sekolahku yang dijalankan ini diharapkan menjadi penopang dan pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan di sekolah serta mampu mendorong pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia,” ungkap Hendy dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (2/52025).
Dirinya juga menegaskan, Program BRI Peduli Ini Sekolahku yang dilaksanakan BRI telah menghasilkan Indeks Penilaian Program menurut Guru dan Siswa berdasarkan 3 aspek, yaitu Kualitas Pembelajaran mencapai 90.45%, Iklim Keamanan Sekolah 88,29%, Angka Partisipasi Sekolah 85,77%. Selain itu, Indeks Persepsi Orang Tua mencapai 98,28% dengan kategori baik, yang menandakan bahwa orang tua telah menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi serta memberikan dukungan penuh kepada anak-anak mereka untuk bersekolah di sekolah yang berpartisipasi dalam program Ini Sekolahku.
“Program ini juga menjadi wujud implementasi program berkelanjutan yang tertuang dalam Sustainability Development Goals (SGD’s) pilar 4 tentang kualitas pendidikan. Dengan demikian, pendidikan pada akhirnya bukan hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, namun dapat menghadirkan tumpuan dan kelanjutan hidup bangsa dan negara,” tukasnya.
Sebagai informasi, SDN 1 Sagalaherang merupakan salah satu sekolah penerima program BRI Peduli Ini Sekolahku pada 2024. Sebelum dilakukan renovasi, SDN 1 Segalaherang merupakan sekolah dengan dengan kondisi bangunan yang kurang layak. Ini terlihat dari bangunan sekolah tersebut seperti gedung yang rusak dan atap yang bocor karena usia bangunan sekolah yang telah lama.
Bantuan renovasi yang diberikan BRI Peduli membuat SDN 1 Sagalaherang menjadi sekolah yang indah, bersih, dan nyaman. Bantuan renovasi diberikan dalam bentuk perbaikan bangunan dan sarana prasarana sekolah yang rusak, seperti kursi kelas, meja kelas, lemari kelas, atau peralatan pendukung pendidikan lainnya seperti perbaikan ruang guru, ruang UKS dan ruang pustaka, dan toilet.
Ida Hartini (55) selaku Kepala Sekolah SDN 1 Sagalaherang mengatakan, siswa/i di sekolah tersebut saat ini menjadi bersemangat belajar dan betah di sekolah karena ruangan menjadi lebih nyaman. Para muridnya juga bergembira karena mempunyai ruang perpustakaan baru.
“Keadaan sekolah kami sebelumnya sangat tidak nyaman karena atap yang bocor dan kami belum punya ruang perpustakaan. Sekarang semua sudah berubah, sekolah sangat nyaman dan murid kami sangat termotivasi ke sekolah. Kami juga senang, BRI Peduli juga hadir di sekolah kami dalam memperingati Hardiknas dengan berbagai kegiatan bermanfaat dan memacu motivasi belajar siswa,” ungkapnya.
Ia terombang-ambing ganasnya Samudera Atlantik usai mengitari Selat Magelhaens. Kemudian Ia tiba di wilayah yang hanya ia kenal dari mulut ke mulut.
Rumphius turun sebagai tentara yang ditugaskan menjaga keamanan Ambon dalam waktu tak ditentukan. Sehari-hari ia mengawasi penduduk dan mendukung proses eksploitasi rempah-rempah oleh VOC.
Namun, otoritas VOC melihat Rumphius tak becus kerja. Dia malah sibuk mempelajari alam dan masyarakat Ambon, bukan memanggul dan mengokang senjata. Alhasil, dia pun dipindah ke dinas sipil.
Pemindahan ini disambut baik dan membuat Rumphius mempelajari alam dan kebudayaan. Sampai akhirnya, upaya ini membuat Rumphius tercatat dalam sejarah sains sebagai naturalis ternama. Dia kemudian menuliskan pengamatannya soal alam dalam buku tebal berjudul Herbarium Amboinense.
Buku itu tak hanya berisi makhluk hidup, tetapi juga ihwal kesaksiannya soal bencana alam dahsyat di Ambon pada Sabtu, 17 Februari 1674. Hari itu, Rumphius bekerja seperti biasa dari matahari terbit hingga tenggelam.
Tak ada keanehan apapun sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 19.30 waktu setempat. Tak ada angin dan hujan, lonceng-lonceng di Kastil Victoria, Ambon, bergerak dan berdentang sendiri. Banyak orang, termasuk Rumphius, bertanya-tanya atas apa yang terjadi. Namun, itu semua teralihkan oleh tanah yang bergerak bak air.
“Orang berjatuhan ketika tanah bergerak naik turun seperti lautan. Begitu gempa mulai menggoyang, seluruh garnisun, kecuali beberapa orang yang terperangkap di atas benteng, mundur ke lapangan di bawah benteng,” ungkap Rumphius.
Mereka pergi ke lapangan besar harapan bisa selamat. Sayang, itu salah. Selang beberapa detik, air laut tiba-tiba naik ke daratan. Praktis, semua orang lari tunggang-langgang ke tempat lebih tinggi untuk menyelamatkan diri.
“Air itu sedemikian tinggi hingga melampaui atas rumah dan menyapu bersih desa. Batuan koral terdampar jauh dari pantai,” kenang Rumphius.
Pria kelahiran 1 November 1627 itu jadi sedikit orang yang bisa berlari kencang ke tempat lebih tinggi. Sementara ada 2.322 orang lain di Ambon dan Pulau Seram tertimbun reruntuhan dan tergulung air laut. Dua dari ribuan korban meninggal ada istri dan anak perempuan Rumphius.
Ratusan tahun setelah gempa, kesaksian Rumphius membuka tabir sejarah bencana alam di Indonesia. BMKG menyebut cerita tersebut menjadi yang pertama dalam sejarah dan catatan tsunami tertua di Nusantara.
“Gempa Ambon 1674 merupakan gempa dan tsunami dahsyat yang pertama dalam catatan Nusantara,” ungkap Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam webinar “Peringatan Tsunami Ambon 1674”, Selasa (18/2/2025).
Dalam penelitian kontemporer diketahui gempa tersebut diperkirakan memiliki kekuatan sebesar M7,9 dan sangat merusak. Bukan hanya diakibatkan getaran gempa, tetapi juga soal dampak lanjutannya.
Gempa membuat tanah Ambon mengalami likuifaksi atau hilangnya kekuatan tanah akibat getaran gempa bumi. Tanah pun menghisap segala sesuatu di atasnya. Ini dibuktikan oleh cerita Rumphius soal “tanah bergerak naik turun seperti lautan”.
Soal tsunami diperkirakan memiliki ketinggian 100 meter yang menggulung Ambon. Daryono menyebut tsunami ekstrem di Ambon tak hanya disebabkan oleh getaran semata, tapi juga faktor lain, yakni tanah longsor pantai yang dipicu gempa.
“Kalau kita melihat kasus-kasus tsunami di Indonesia. (Misalkan) kita lihat tsunami Flores 1992, kalau hanya murni melihat magnitud sebesar 7,8 Skala Magnitudo, itu tidak sedahsyat itu tsunaminya sampai 30 meter dan melompati pulau babi. Bahkan Tsunami Aceh kalau melihat magnitud tak sebesar itu. Artinya sumbangan signifikan terbentuknya tsunami adalah longsoran pantai,” tutur Daryono.
Dengan demikian, Tsunami Ambon 1674 menjadi bukti bahwa longsor merupakan sumber bahaya tsunami penting di Indonesia. Sebab, tsunami-tsunami setelahnya di era modern, banyak disebabkan oleh gempa yang diikuti longsoran pantai. Berarti, Tsunami Ambon 1674 yang menghasilkan gelombang setinggi 100 meter jadi gelombang terbesar sepanjang sejarah Nusantara.
Dalam laporan kinerja kuartal-I (Q1) 2025, Samsung memberikan bocoran terkait HP lipat tiga yang kemungkinan dirilis pada tahun ini.
Rumor soal HP lipat tiga Samsung sejatinya sudah beredar sejak beberapa tahun lalu. Namun, baru sekarang Samsung benar-benar mengindikasikan kehadiran ponsel tersebut.
Dalam panggilan konferensi, Samsung ditanyai soal strategi HP lipat selanjutnya. Samsung lantas menanggapinya dengan menyebut akan memaksimalkan daya saing prodak berbasis inovasi rancangan desain (form factor).
Lebih lanjut, Samsung mengatakan daya saing akan ditingkatkan dengan fokus pada performa dan portabilitas. Fitur kecerdasan Galaxy AI akan dioptimalkan untuk HP lipat, sehingga meningkatkan pengalaman pengguna.
HP lipat Samsung selanjutnya dilaporkan akan menawarkan layar lebih besar. Hal ini seakan mengonfirmasi ekspektasi terkait HP lipat tiga berukuran 9,9-inci.
“Sangat penting untuk memastikan penggunaan produk yang memenuhi ekspektasi konsumen dalam aktivitas sehari-hari,” kata Samsung, dikutip dari Sammobile, Rabu (30/4/2025).
Sammobile mengatakan tak akan ada pembahasan terkait invoasi ‘form factor’ jika konteksnya bukan soal HP lipat tiga.
Rumor yang beredar menyebut HP lipat tiga Samsung akan masuk dalam seri baru ‘Galaxy G Fold’ dan kemungkinan dirilis sebelum akhir 2025.
Produk tahap pertama kemungkinan hanya tersedia di segelintir negara dan dalam jumlah terbatas. Namun, peluncuran yang lebih massal kemungkinan dimulai tahun depan. Kita tunggu saja!
Dalam laporan Reuters, para sumber menyebut Iran mengusulkan pertemuan ini terjadi di Roma, Italia, pada Jumat mendatang. Ini merupakan pertemuan pendahuluan sebelum forum dialog putaran lanjutan antara Teheran dan Amerika Serikat (AS).
Seorang pejabat Iran mengonfirmasi usulan pertemuan tersebut. Ia menyebut penting bagi Negeri Persia untuk juga berkomunikasi dengan Inggris, Prancis, dan Jerman, yang dikenal sebagai E3 dalam soalan pembalikan sanksi nuklir.
“Penting untuk tetap pada halaman yang sama dengan semua pihak dalam kesepakatan 2015. Oleh karena itu, pertemuan dengan negara-negara E3 minggu ini menjelang putaran pembicaraan berikutnya dengan Amerika akan berguna,” kata pejabat Iran tersebut.
Upaya Iran untuk mendekati E3 menunjukkan Teheran tetap membuka opsinya. Namun Teheran juga ingin menilai posisi Eropa terkait kemungkinan penerapan kembali sanksi PBB sebelum Oktober, saat resolusi yang meratifikasi kesepakatan pada tahun 2015 berakhir.
Meski begitu, E3 belum menanggapi sejauh ini. Para diplomat Eropa dan Barat mengatakan E3 sedang menilai apakah mereka berkepentingan untuk bertemu Iran sekarang atau menunggu untuk melihat bagaimana pembicaraan dengan Washington berkembang.
Sebelumnya, Iran telah menyatakan ingin membangun momentum perundingan nuklir dengan AS di Oman pada Sabtu lalu. Perundingan ini terjadi setelah perundingan dengan Rusia dan China minggu lalu.
Pejabat Oman mengatakan putaran baru perundingan AS-Iran dapat diadakan pada 3 Mei di Eropa. Namun sejauh ini, belum ada keputusan resmi yang diambil.
Batas Sanksi PBB
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan pada hari Kamis bahwa ia siap untuk melakukan perjalanan ke Eropa untuk melakukan pembicaraan, meskipun ia menyarankan bahwa keputusan ada di tangan Eropa setelah hubungan kedua belah pihak memburuk.
Sejak September, Teheran dan E3 telah bertemu beberapa kali untuk membahas hubungan mereka dan masalah nuklir. Pertemuan terakhir terjadi pada bulan Maret untuk level teknis, dengan melihat parameter kesepakatan masa depan untuk mengamankan pembatalan program nuklir Iran sebagai imbalan atas pencabutan sanksi.
Trump, yang meninggalkan pakta tahun 2015 antara Teheran dan negara-negara besar dunia selama masa jabatan pertamanya pada tahun 2018, telah mengancam akan menyerang Iran kecuali jika Iran mencapai kesepakatan baru dengan cepat yang akan mencegahnya mengembangkan senjata nuklir.
Barat menduga Iran sedang mengejar senjata nuklir, yang dibantahnya. Ancaman sanksi baru dimaksudkan untuk menekan Teheran agar mengalah, sehingga diskusi terperinci tentang strategi antara Amerika dan Eropa menjadi penting, kata para diplomat.
Karena Amerika Serikat keluar dari perjanjian nuklir 2015 dengan Iran, negara itu tidak dapat memulai mekanismenya untuk menerapkan kembali sanksi, yang disebut snapback, di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Itu menjadikan E3 satu-satunya peserta dalam kesepakatan yang mampu dan tertarik untuk mengejar snapback. Ketika ditanya apakah usulan untuk bertemu dengan Eropa adalah tentang snapback, pejabat Iran mengindikasikan bahwa itu sebagian tujuannya.
“Pembicaraan dengan AS, khususnya mengenai langkah-langkah nuklir, tidak berjalan cepat dan jelas kami membutuhkan lebih banyak waktu dan Teheran tidak terlalu mendukung kesepakatan sementara, karena kurangnya kepercayaan pada pihak Amerika,” kata pejabat itu.
“Bagaimana jika berdasarkan kesepakatan sementara, kami memenuhi langkah kami dan pihak lain tidak. Kami ingin orang Eropa memahami bahwa kami menginginkan kesepakatan baru dan kami siap mengambil langkah-langkah untuk membatasi pengayaan kami tetapi kami membutuhkan waktu.”
Pengusaha Korea Selatan yang tergabung dalam Federation of Korean Industries (FKI) berkomitmen menambah investasi sebesar US$ 1,7 miliar ke Indonesia atau setara Rp 28,67 triliun (Rp 16.852/US$). Komitmen tambahan investasi itu berasal dari beberapa perusahaan Korea Selatan yang telah berinvestasi di Indonesia.
Hal ini diungkapkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, usai kunjungan 19 perusahaan perwakilan dari Federation of Korean Industries (FKI) di Istana Negara, Senin (28/4/2025).
“Jumlah investasi 19 grup itu, secara total hampir US$ 15,4 miliar, akan ada rencana tambahan US$ 1,7 miliar. Secara total investasi yang dilakukan dalam bentuk Rupiah dan dilaksanakan ada Rp 269 triliun, dan akan ditambah lagi Rp 30 triliun,” kata Airlangga.
Airlangga mengungkapkan total investasi dari 19 perusahaan itu mencapai US$ 15,4 miliar atau setara dengan Rp 259,5 triliun (Rp 16.842/US$). Tambahan US$ 1,7 miliar merupakan angka agregat penambahan rencana penambahan investasi dari 19 perusahaan yang hadir.
Ia mencontohkan seperti, pembangunan pabrik petrokimia milik Lotte Chemical yang akan diresmikan pada September – Oktober mendatang.
“dalam kesempatan tadi Lotte menawarkan partisipasi Indonesia dan presiden secara prinsip setujui Indonesia berpartisipasi ke proyek itu. Dan diberikan tugas kepada Danantara untuk melakukan kajian dan tindaklanjut investasi,” kata Airlangga.
Selain itu juga ada investasi dari perusahaan lain seperti KB Financial Group, Hyundai Motor, EcoPro, POSCO, juga KCC Glass.
“EcoPros udah melakukan investasi hampir US$ 500 juta di Morowali mereka membuat katoda, prekusor, nikel smelter. Kemudian laporan KCC Glass yang sudah investasi di Batang, meraka lapor ke Presiden mau ekspansi dengan permintaan agar harga gas dalam negeri bisa mendapatkan HGBT yang sudah dirapatkan dengan Presiden,” katanya.
Airlangga juga melaporkan ada perusahaan dari LX International yang mau berinvestasi di sektor pertambangan batubara, nikal, termasuk di perkebunan.
“Ada juga perusahaan SK terkait dengan Plasma Konvelesen, mereka mengatakan sedang membangun pabrik di Cikarang dan diharapkan pabrik Cikarang itu kebutuhan Indonesia terhadap plasma konvelesen semakin terjaga,” kata Airlangga.
Mengutip laman FKI, ini adalah organisasi ekonomi Korea Selatan yang didirikan sejak tahun 1961 yang terdiri dari 420 perusahaan. Perusahaan yang tergabung Poongsan Group, Hanwha Group, Kolon Group, Lotte Group, Samyang Group, DB Group, Hyundai, hingga LG Corporation.
Adapun 19 perusahaan Korea Selatan yang hadir antara lain, Lotte Corporation, KB Financial Group, Hyundai Motor Group, POSCO Holdings, Hanwha General Insurance, LX International, Lotte Shopping, SPC Group, Chong Kun Dang Pharm, EcoPro, KCC Glass Corporation, KBI Group, SK Plasma, LS Mitron, Poongsan Corporation, HD Hyundai Xitesolution, MegazoneCloud, Lotte Chemical Corporation.
Keberuntungan dari kepemilikan tanah pernah dialami oleh warga Jakarta bernama Jonathan Michiels saat membeli tanah di Bogor, Jawa Barat. Awalnya dia membeli tanah kosong, tapi setelah ditelusuri terdapat harta karun tersembunyi. Alhasil, dia pun langsung jadi orang terkaya yang hartanya bertahan hingga 3 generasi.
Bagaimana Kisahnya?
Alkisah, seorang warga Jakarta (dulu Batavia) bernama Jonathan Michiels membeli tanah di Bogor, tepatnya di Cileungsi dan Klapanunggal, dalam kurun 1776-1778. Dia membeli tanah dari tangan pegawai VOC dengan harga berbeda. Untuk tanah di Cileungsi dibeli seharga 29.500 ringgit Belanda. Lalu, tanah di Klapanunggal dibeli seharga 26.400 ringgit Belanda.
Kedua tanah punya karakteristik sama: tanah kosong, hanya ada pepohonan, dan punya kontur berbukit seperti gunung. Saat membeli, Jonathan tentu tak menjelajahi setiap jengkal tanah. Jadi, dia juga tak mengetahui kondisi sesungguhnya di tanah tersebut. Dia hanya membeli tanah untuk investasi semata.
Namun, suatu waktu Jonathan terkejut ketika mengetahui ada harta karun di tanahnya. Harta karun tersebut adalah komoditas berharga dan sangat mahal, yakni sarang burung walet. Ternyata, tanah berbukit itu jadi tempat tinggal burung walet membuat sarang.
Perlu diketahui, sarang burung walet merupakan komoditas berharga di masa kolonial selain rempah-rempah. Komoditas tersebut biasanya digunakan oleh bangsawan sebagai makanan atau keperluan estetik. Tak banyak tempat di dunia yang jadi hunian burung walet bersarang, sehingga bernilai tinggi. Salah satu tempat itu adalah Indonesia.
Fakta ini kemudian membuat Jonathan bak tertimpa durian runtuh. Dia pun bergegas memanfaatkan sarang burung walet tersebut untuk diperjualbelikan dengan harga fantastis.
Jean Gelman Taylor dalam The Social World of Batavia (1983) mencatat, kehidupan Jonathan kemudian berubah. Dia menjadi salah satu orang terkaya di Batavia. Dari keuntungan penjualan, dia kemudian membeli tanah lagi.
Sadar hidup ada batasnya, Jonathan kemudian menulis surat wasiat pada 1800. Dia membagi tanah-tanah tersebut kepada lima anaknya: Andries, Pieter, Augustijn, Elizabeth, dan Geetruida. Warisan tersebut membuat hidup keluarga Michiels hingga 2 keturunan tak kesulitan. Semuanya kaya raya.
Salah satu keturunan keluarga Michiels yang paling kaya berkat warisan Jonathan adalah Augustijn. Sejarah mencatat dia jadi pewaris tunggal kekayaan Jonathan sebab saudara-saudaranya meninggal muda.
Menurut F de Haan dalam De Laatste der Mardijkers (1917), kekayaan Augustijn dari warisan ayah memberinya banyak keistimewaan. Dia praktis menjadi orang terkaya tanpa perlu bekerja keras.
Meski begitu, Augustijn pintar mengelola uang. Seluruh uang dibelikan lahan baru yang bakal disewakan. Tercatat, dia membeli lahan di Nambo, Cipanas, Ciputri, Cibarusah, Naggewer, dan beberapa daerah pinggiran Batavia lain yang kini masuk administrasi Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi.
Menurut de Haan diperkirakan luas tanah milik Augustijn setara dengan luas Provinsi Utrecht, Belanda, yang mencapai 1.449 km2 atau 144 ribu hektar. Selain itu, uang tersebut juga digunakan untuk usaha lain, seperti tambang emas, dan banyak properti.
Semua ini lantas membuat kekayaan keluarga Michiels makin banyak. Augustijn sendiri wafat pada 27 Januari 1883. Dia mewariskan seluruh kekayaan kepada anak-anaknya atau generasi ketiga keluarga Michiels.
Konsumen Jepang secara historis tidak memilih beras asing. Namun, karena harga yang tinggi, mereka membeli beras impor pertama Korea Selatan ke Jepang dalam beberapa dekade, dan stoknya langsung habis dalam beberapa hari, kata pejabat Korea Selatan.
Jumlahnya relatif kecil, sedikit lebih dari dua ton, dibandingkan dengan kekurangan beras Jepang secara keseluruhan, tetapi jumlah itu merupakan perubahan besar dari krisis beras terakhir negara itu, pada tahun 1993. Saat itu, beras yang diimpor dari tempat-tempat seperti Thailand, eksportir beras utama, terbengkalai tanpa laku di toko-toko.
“Beras Jepang sendiri sangat lezat sehingga orang-orang tidak yakin untuk makan beras asing,” kata Park Jaehyun, seorang supplier beras Korea Selatan yang bersertifikat di Jepang. “Sekarang mereka tahu: Kualitas beras di Korea Selatan juga cukup bagus,” dikutip pada Sabtu (26/4/2025).
Karena Jepang kekurangan beras sebanyak 200.000 ton, biji-bijian pokoknya, pemerintah setempat telah memanfaatkan cadangan daruratnya. Namun, harga beras tetap tinggi, dua kali lipat dari harga tahun lalu.
Hal itu telah menyebarkan apresiasi terhadap berbagai jenis beras asing. Federasi Koperasi Pertanian Nasional Korea Selatan, yang mengekspor beras tersebut, mengatakan bahwa mereka tidak menjual beras ke Jepang selama setidaknya 35 tahun.
Beras Korea Selatan memiliki keunggulan dibandingkan produk beberapa negara lain. Seperti beras Jepang, beras ini termasuk dalam varietas japonica berbiji pendek dan memiliki tekstur lengket yang disukai dalam masakan Asia Timur. Sebaliknya, beras indica – yang umumnya ditanam di daerah beriklim hangat, termasuk Thailand – berbiji panjang dan tidak terlalu lengket.
“Aromanya lebih sedikit dan tidak semanis beras Jepang,” kata Takashi Kobayashi, seorang supplier dan pengecer beras di Tokyo, tentang beras Korea Selatan. Namun ketika ia membandingkan beras California, Thailand, dan Taiwan, “beras Korea paling mirip dengan beras Jepang.”
Pak Park, supplier Korea Selatan, mengatakan bahwa beras Korea Selatan memiliki campuran “lembut dan kenyal dengan sedikit kekenyalan” yang dikenal oleh konsumen Jepang. Beberapa pengunjung Jepang di Korea Selatan membawa pulang oleh-oleh beras mereka sendiri. Pada hari Kamis, sejumlah wisatawan berbahasa Jepang terus berdatangan ke bagian beras di sebuah supermarket yang populer di kalangan wisatawan di stasiun kereta api pusat Seoul.
Sekelompok tiga wanita dari Jepang mengatakan bahwa mereka telah mempertimbangkan untuk membeli beras dalam karung yang beratnya lebih dari 40 pon hingga mereka menyadari bahwa mereka harus melewati bea cukai, yang mereka khawatirkan akan merepotkan.
Di sebuah supermarket di Tokyo pada hari Jumat, beras Korea yang ditawarkan dengan harga sekitar 25 persen lebih murah dari beras Jepang telah habis terjual. Papan pengumuman di toko tersebut mengumumkan bahwa beras tersebut akan kembali tersedia pada tanggal 3 Mei.
Beras yang diekspor ke Jepang dibudidayakan di Kabupaten Haenam, salah satu produsen beras teratas di Korea Selatan. Para pejabat di daerah tersebut, dekat pantai selatan, sangat gembira melihat betapa populernya beras tersebut.
“Kami tidak menyadari bahwa beras kami akan terjual begitu cepat,” kata Lee Yun-heui, manajer departemen beras pemerintah daerah.
“Kami senang beras ini diterima dengan baik dan kesadaran akan beras ini semakin meningkat.”
Dia mengatakan daerah itu telah mengirim 2,2 ton awal pada akhir Maret, yang terjual habis dalam waktu seminggu setelah sampai ke konsumen Jepang bulan ini. Tambahan 22 ton dijadwalkan menyusul pada bulan berikutnya.
Sekarang, daerah itu sedang dalam pembicaraan untuk mengekspor 330 ton lagi, katanya, seraya menambahkan bahwa daerah tetangga juga berencana untuk mengekspor ke Jepang.
Jumlah itu masih merupakan sebagian kecil dari 7.000 ton beras yang diekspor Korea Selatan ke negara-negara lain setiap tahun, terutama untuk diaspora Korea. Negara itu memproduksi lebih dari empat juta ton per tahun.
Ekspor mungkin tidak akan terus meningkat. Han-ho Kim, seorang profesor perdagangan pertanian di Universitas Nasional Seoul, menyatakan bahwa lonjakan harga di Jepang mendorong popularitas beras Korea Selatan.
Distribusi dari cadangan beras pemerintah Jepang seharusnya menurunkan harga dalam waktu sekitar dua bulan, menurut Tn. Kobayashi, sommelier dan pengecer Jepang. Bagi petani Korea Selatan, mengekspor ke Jepang tidak terlalu menguntungkan, sebagian besar karena biaya pengiriman dan tarif Jepang.
Ibu Lee, pejabat daerah, mengatakan koperasi tersebut memperoleh keuntungan 3 hingga 6 sen per pon dengan mengekspor beras surplus yang dibeli dari petani. Petani memperoleh keuntungan sebanyak 95 sen untuk jumlah yang sama yang dijual di dalam negeri, katanya.
“Harga beras Jepang perlu lebih ditingkatkan lagi agar ekspor dapat berkelanjutan,” kata Na Dae-hwan, presiden Asosiasi Perdagangan Beras Korea.
Seorang pembeli di supermarket di Seoul pada hari Kamis memiliki minat profesional terhadap beras tersebut. Shinko Kawamura, seorang petani padi dari Jepang utara, mempelajari varietas di rak meskipun ia tidak perlu membeli apa pun. Ia mengatakan bahwa ia khawatir terhadap sesama petani di kampung halamannya.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Rakhmad Dewanto mengungkapkan saat ini batu bara masih menjadi sumber energi terbesar di Indonesia atau mencapai 70%, sementara gas mencapai 20%.
“Jadi sebenarnya dalam energy mix yang ada di PLN saat ini itu majority kita masih menggunakan coal. Ini sekitar 70%. Kemudian gas itu sekitar 20%. Gas dan LNG. Sisanya ini ada hydro, kemudian ada geothermal, ada solar PV. Kurang lebih itu sih,” katanya kepada CNBC Indonesia dalam program Energy Corner, Jumat (25/4/2025).
Lebih lanjut, dia mengungkapkan pihaknya memanfaatkan gas untuk pembangkit hingga 1,5 miliar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) untuk tahun 2025 ini. “Jadi kalau kita lihat kebutuhan demand gas untuk kelistrikan itu memang saat ini setelah kita mengoptimalkan baik dari batubara, dari air, dari geothermal,” ujarnya.
Adapun, konsumsi gas untuk PLN mencapai 40% dari keseluruhan konsumsi gas nasional. “Itu sebenarnya setara dengan 40% konsumsi domestik gas di Indonesia atau kalau terhadap produksi nasional 30%,” tambahnya.
Dia mengatakan, meskipun masih didominasi oleh penggunaan sumber energi fosil, perusahaan terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
“Nah di luar itu memang pembangkit gas ini sebenarnya di PLN itu adalah pilihan terakhir sebelum BBM. Artinya pembangkit gas ini memang punya karakteristik di mana dia memiliki sifat yang fast response. Artinya setiap pembangunan renewable ini memang harus diimbangi dengan pembangkit yang fast response,” tandasnya.
Cara paling ampuh untuk mencegah kanker serviks adalah dengan pemberian vaksin HPV (Human Papillomavirus).
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi menyebut, kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang bisa dicegah dan dideteksi sejak dini. Namun rendahnya kesadaran masyarakat dan masih adanya stigma soal pemeriksaan kesehatan reproduksi menjadi tantangan besar di lapangan.
Sayangnya, hingga saat ini capaian skrining kanker serviks baru mencapai angka 9,3% dari target nasional 30%. Ia menyoroti tantangan logistik, distribusi tenaga kesehatan, serta minimnya pendataan di wilayah pelosok sebagai hambatan utama.
“Kita punya dua kunci, yaitu proteksi anak sebelum usia 15 tahun dengan vaksin HPV dan deteksi dini bagi yang di atasnya. Vaksin sekarang sudah gratis di Puskesmas, tapi untuk masyarakat yang belum terjangkau, kita masih butuh berbagai inovasi pembiayaan dan sistem pemeriksaan,” ujar Nadia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/4/2025).
Program ini juga mendapat dukungan internasional, termasuk dari Johns Hopkins Program for International Education in Gynaecology and Obstetrics (Jhpiego). Dengan dukungan dana dari Roche dan BioFarma, Jhpiego bekerja sama dengan Kemenkes untuk menguji model deteksi kanker serviks di dua wilayah di Jawa Timur, yaitu Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo.
“Kami mencoba pendekatan hub and spoke di Surabaya dengan skema pengambilan sampel mandiri. Wanita bisa melakukan skrining sendiri di rumah, lalu sampel dibawa ke Puskesmas atau Posyandu. Ini membuka akses yang lebih luas tanpa harus bergantung pada tenaga kesehatan,” jelas perwakilan Jhpiego, Maryjane Lacoste dalam konferensi pers yang sama.
Sementara di Sidoarjo, pendekatannya lebih konvensional, di mana deteksi dilakukan langsung oleh tenaga medis di fasilitas kesehatan. Kedua pendekatan ini sedang dikaji untuk melihat efektivitasnya dalam memperluas cakupan dan efisiensi layanan deteksi kanker serviks.
Sementara itu, Prof. Dr. dr. Aryati, M.S., Sp.PK(K) dari PDS Patklin menegaskan pentingnya akurasi dalam pengambilan spesimen, terutama dalam metode mandiri. Menurutnya, kesalahan prosedur bisa mencapai 70% jika masyarakat belum diberi edukasi memadai.
“Persiapan sebelum pengambilan sampel penting. Tidak boleh berhubungan seksual atau memakai obat tertentu 4 jam sebelum tes. Jika salah ambil, hasil bisa tidak akurat dan mengganggu diagnosis,” kata Aryati.
Ia juga mengingatkan soal pentingnya rantai dingin dan pengiriman sampel yang stabil. “Beberapa jenis media transport bisa tahan sampai 3 bulan pada suhu 15 derajat, tapi kalau tidak sesuai, bisa rusak. Maka itu, pelatihan dan standar harus jelas,” tambahnya.
Ketiga narasumber juga sepakat bahwa eliminasi kanker serviks tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Keterlibatan sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sangat krusial.
“Ini bukan soal kampanye sekali lewat. Kita butuh sistem yang rutin, terintegrasi, dan dapat diakses oleh semua perempuan di Indonesia,” kata Maryjane Lacoste.