
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mendistribusikan air bersih sebanyak 34 sampai 62 ribu liter per hari ke warga yang terdampak kekeringan di Kecamatan Ampek Angkek dan Kecamatan Canduang.
“Pendistribusian air bersih sebanyak 34 ribu liter itu kita lakukan pada Senin (8/9), dan 62 ribu liter pada Selasa (9/9),” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Ichwan Pratama Danda di Lubuk Basung, Rabu.
Ia mengatakan, sebanyak 34 ribu liter air bersih itu didistribusikan ke Nagari atau Desa Biaro Gadang sebanyak 25 ribu liter, Nagari Lambah dan Ampang Gadang 9 ribu liter.
Sedangkan 62 ribu liter distribusikan ke Nagari Baru Taba sebanyak 25 ribu liter, Ampang Gadang 12 ribu liter, Panampuang 20 ribu liter dan Canduang Koto Laweh 5 ribu liter.
“Sebelumnya, kita juga mendistribusikan air bersih ke nagari tersebut dan pendistribusian semenjak Sabtu (30/8). Selanjutnya kita mendistribusikan air bersih ke Nagari Biaro Gadang pada Rabu (10/9),” katanya.
Ia menambahkan, pendistribusian air bersih tersebut menggunakan empat unit mobil tangki milik BPBD Agam, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Antokan Agam, Palang Merah Indonesian (PMI) Agam dan PMI Bukittinggi.
Lalu menggunakan empat unit mesin portable beserta selang, nozle dan bak penampungan air.
“Pendistribusian air bersih melibatkan, Satgas BPBD Agam, PDAM Tirta Antokan Agam, PMI Agam, PMI Bukittinggi, ORARI Lokal Bukittinggi, Kelompok Siaga Bencana dan pemerintah kecamatan,” katanya.
Ia mengakui, warga Kecamatan Ampek Angkek dan Canduang kesulitan mendapatkan air bersih karena kemarau panjang melanda daerah itu.
Dengan adanya kondisi itu, pemerintah kecamatan melapor ke BPBD Agam pada Kamis (28/8), untuk ditindaklanjuti.
“Kita berkoordinasi dengan Camat Ampek Angkek terkait jadwal pendistribusian air bersih per hari di masing-masing nagari,” katanya.